3 Alasan Kenapa Guru PAUD Harus Menjadi Prioritas dalam Menciptakan Pendidikan Maju Indonesia
3 Alasan Kenapa Guru PAUD Harus Menjadi Prioritas dalam Menciptakan Pendidikan Maju Indonesia
December 15, 2020
3 Masalah Orangtua Saat Mendampingi Anak BDR dan Cara Mengatasinya
Menurut Survei, Inilah 3 Masalah Orangtua Saat Mendampingi Anak BDR dan Cara Mengatasinya
December 24, 2020

4 Strategi Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus di Rumah Selama PJJ

4 Strategi Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus di Rumah Selama PJJ

Diana Shanty, salah satu guru dari Sekolah Luar Biasa Swasta (SLBS) Putra Hanjuang, Bungbulang, Garut, Jawa Barat, mengatakan;

“Pembelajaran jarak jauh adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik, meski tidak selalu bisa bertatap muka secara langsung antara guru dan peserta didik,” terangnya yang disampaikan melalui webinar bertemakan Inovasi dan Pengabdian bagi Pendidikan Inklusi.

Ini berarti, PJJ yang baik adalah pembelajaran yang mampu menyesuaikan kondisi dari peserta didik tersebut. Jika peserta didiknya adalah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), maka kita tidak bisa mengajarnya seperti kita mengajar anak biasanya.

(Baca Juga : Benarkah Pembelajaran Jarak Jauh Menjadi Permanen? Berikut Keterangan Mendikbud)

Diana Shanty kemudian membagikan sistem mengajar yang dinamai dengan ASIK (Alternatif, Strategi, Inovatif dan Komunikatif). Selama pandemi, Guru sekaligus operator SLBS Putra Hanjuang ini menerapkan sistem pendidikan seperti itu, yang mana akan kami jabarkan sebagai berikut:

Strategi Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus Selama PJJ

1. Alternatif Pengajaran untuk ABK

Diana membagi alternatif pengajaran menjadi 3 model, yaitu dalam jaringan (daring), luar jaringan (luring) dan campuran antara keduanya.

  • Daring: pengajaran menggunakan smartphone dan internet, dengan mengandalkan aplikasi atau disebut Learning Management System (LMS).
  • Luring: tidak menggunakan internet maupun smartphone atau gawai, tapi bisa mengandalkan televisi, radio, lembar kerja siswa (LKS), modul, alat peraga, dan bahan belajar cetak.
  • Campuran: yaitu perpaduan antara kedua sistem pembelajaran tersebut.

 

2. Strategi Pengajaran untuk ABK

“Tentunya semua strategi adalah baik, tetapi tergantung kita bagaimana menerapkannya,” terang Diana melalui aplikasi Zoom.

Ia kemudian mengungkapkan, ada 3 strategi yang selama ini ia terapkan dalam PJJ.

  • Strategi Pengajaran Individual

Satu guru untuk satu siswa, strategi dimana pengajaran dilakukan kepada satu per satu siswa. Dengan disesuaikan kemampuan mereka, strategi ini daat membuat anak bisa berinteraksi sesuai dengan minat mereka.

  • Strategi Pengajaran Kooperatif

Kooperatif adalah kemampuan untuk membangun semangat, keakraban dan kekeluargaan. Strategi ini selalu cocok jika digabungkan dengan alternatif pengajaran luring. “Ketika anak-anak berkebutuhan khusus terkadang ada kakaknya, ada teman-temannya juga di lingkungan sekitarnya atau bahkan mungkin ada adik-adiknya. Saya selalu bilang, ‘Oh iya boleh ya, dik. Nanti belajar bersama-bersama’,” ucap Diana.

  • Strategi Tingkah Laku

Dalam strategi ini tingkah laku peserta didik yang buruk-buruk akan dimodifikasi. Mengingat tujuan utamanya sendiri adalah mengubah, menghilangkan atau mengurangi tingkah laku mereka yang tidak baik. Agar peserta didik merasa terdorong, kita bisa memberikannya hadiah, pujian, elusan kepala, pokoknya sesuatu yang sederhana tapi membuat mereka semangat.

 

3. Inovatif Pengajaran untuk ABK

Pembelajaran yang inovatif membuat anak-anak lebih mudah tertarik. Tapi masalahnya, akan seperti apa Anda menyajikan pembelajaran yang kalian harapkan menarik tersebut? Yang penting, pegang syarat ini: pesan pembelajarannya jelas, menguji daya indra, dan mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. Diana menambahkan, dalam membuat media pembelajaran yang menarik, guru harus memerhatikan hal-hal berikut.

  1. Harus terbuat dari bahan yang aman
  2. Alat dan bahan mudah diperoleh
  3. Media bisa digunakan oleh anak
  4. Warna sesuai dengan karakteristik anak
  5. Media tidak abstrak

 

4. Membangun Komunikasi dengan ABK

Diana meringkas komunikatif dengan singkatan 5M: memahami konsep, memanusiakan hubungan, memilih tantangan, membangun berlanjutan, dan memberdayakan hubungan. Komunikasi ini penting untuk Guru dan Orang Tua dari siswa. Contoh kasusnya seperti yang terjadi di SLBS Putra Hanjuang, mereka menggunakan metode pembelajaran luring, sebelum guru mengunjungi rumah peserta didik, ia menghubungi orang tua siswa dahulu untuk membicarakan jadwal.

Sementara untuk orang tua yang memiliki jaringan internet, soal komunikasi dapat dilakukan lewat aplikasi WhatsApp dengan nomor sekolah. Komunikasi sangat penting untuk pemebelajaran siswa selama PJJ. “Jadi jangan sampai komunikasi ini tidak ada, karena perlu sekali di saat PJJ ini. Kalau misalkan tidak ada komunikasi, ya pembelajaran menjadi terganggu,” jelas Diana.

 

Sumber:

https://edukasi.kompas.com/read/2020/11/05/111443271/3-strategi-atasi-tantangan-pjj-anak-berkebutuhan-khusus?page=all#page2

 

 

Open chat
Hubungi Lewat Whatsapp
Halo
Bisa kami bantu seputar layanan pendidikan di GKS?