Cara Belajar di Rumah
6 Cara Belajar di Rumah Agar Anak Tidak Bosan
October 20, 2020
Coba 5 Tips Ini untuk Menangani Anak Malas Belajar
Coba 5 Tips Ini untuk Menangani Anak Malas Belajar
October 23, 2020

5 Cara Menghadapi Anak yang Cuek Terhadap Orang Tua

Cara Menghadapi Anak yang Cuek

Bagi pasangan muda, cara menghadapi anak yang cuek terhadap orang tua merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi. Anak-anak umumnya mulai cuek terhadap orang tua di saat mereka mulai masuk remaja. Benar sekali, dunia remaja adalah dunia yang menggembirakan buat anak-anak tetapi bagi orang tua, itu adalah di saat orang tua mulai dicuekin oleh anak-anak. Anak-anak mulai merasa dirinya yang paling benar, sehingga mereka sering kali tidak mau mendengarkan nasihat dari orang tua mereka.

Alhasil, jika orang tua memberikan nasihat, beberapa anak-anak suka cuek terhadap orang tua, berpura-pura tidak mau mendengarkannya. Tetapi ingat, bukanlah hal mustahil bagi orang tua bila ingin anak-anak mereka masih mendengarkan nasihatnya. Dalam artikel ini, akan dibahas cara menghadapi anak yang cuek terhadap orang tua.

5 Cara Menghadapi Anak yang Cuek

 

  1. Kontak mata

Dalam berbicara, kontak mata adalah faktor penting. Mengapa demikian? Jika kita sedang berbicara dengan orang lain, kita perlu melihat mata orang tersebut. Itu menandakan kalau kita sedang berbicara serius dengan mereka. Bila kita berbicara dengan orang lain dan mata kita memandang hal lain atau ke tempat lain, itu menandakan kalau kita tidak fokus berbicara dengan mereka.

Orang lain dapat merasa tidak dihargai. Begitu pula halnya dengan anak. Kita perlu memandang mata mereka. Anak-anak pasti mengerti kalau kita sebagai orang tuanya, sedang berbicara serius dengan mereka. Dari sisi anak, mereka pasti juga merasa kalau orang tua mereka memperlakukan mereka dengan baik dan menganggap dirinya adalah penting di mata orang tua. Anak pasti merasa senang.

       2. Mengikuti gerakannya

Dalam berbicara dengan orang lain, kita terkadang secara tidak sadar mengikuti gerakan lawan bicara kita. Misalkan, bila kita sedang berbicara dengan orang lain sambil duduk dan orang tersebut menyilangkan kakinya. Kalau kita memang tertarik dengan lawan bicara kita, secara tidak sadar kita pun juga akan mengikuti bahasa tubuh mereka. Kita bisa saja ikut menyilangkan kaki kita. Begitupun bila kita sedang berdiri dan berbicara dengan orang lain.

Bila lawan bicara kita berbicara sambil menggerakan tangan, kita juga bisa mengikuti gerakannya. Hal ini juga dapat kita terapkan kepada anak kita. Kita mengikuti gerakan anak dan itu menandakan kalau kita “masuk” dengan gaya mereka. Bila anak bahagia dan tersenyum, kita dapat mengikuti senyum. Bila anak sedang sedih, kita dapat menurunkan kepala dan merasakan kesedihannya. Itu bisa membangun hubungan yang lebih intim dengan anak. Nah anda bisa terapkan ini juga supaya anak anda betah belajar dirumah.

       3. Posisi berdiri sejajar dengan anak

Bila kita sedang berbicara berdiri dengan anak, ada baiknya kita menurunkan badan kita agar sejajar dengan mereka. Kepala kita dan pandangan kita sejajar dengan sang anak. Dengan kita berbuat demikian, anak juga bisa merasa lebih aman dan nyaman. Anak-anak juga tidak perlu memandang ke atas melihat wajah kita. Dan kita bisa lebih intim berbicara dengan anak-anak bila kita berbicara secara sejajar.

       4. Perhatikan nada bicara

talking with kid

Dalam berbicara dengan orang lain, kita perlu memperhatikan intonasi suara kita. Suara yang tenang dan lembut menandakan kalau kita sedang dalam keadaan baik dan terkontrol. Tetapi bila suara kita keras, itu menandakan kalau kita sedang marah atau sedang menegaskan sesuatu. Kepada anak, kita harus lebih memperhatikan hal ini. Anak lebih mudah terbawa emosi dan bila kita tidak memperhatikan intonasi suara kita, hal ini bisa membuat anak takut dan tertekan. Pada akhirnya, anak bisa menjadi cuek dengan orang tua karena mereka merasa dimarahi atau ditekan terus oleh orang tua mereka. 

       5. Kontak fisik

kontak fisik

Yang dimaksud disini bukan berarti Anda memukul anak, tetapi sentuh anak dengan lembut. Kita manusia adalah makhluk sosial dan dalam alam bawah sadar kita, kita masih memerlukan suatu kontak fisik. Hal ini menandakan kalau kita memberi kasih sayang, perhatian, memberi rasa perlindungan kepada anak. Dan anak akan lebih terbuka dan lebih mendengarkan Anda.

Open chat
Hubungi Lewat Whatsapp
Halo
Bisa kami bantu seputar layanan pendidikan di GKS?