Manfaat School From Home di saat Pandemi
Manfaat School From Home di saat Pandemi
August 4, 2020
Sekolah Online Jakarta Adalah Pilihan Tepat Selama Pandemi
Sekolah Online Jakarta Adalah Pilihan Tepat Selama Pandemi
August 7, 2020

Apakah Indonesia Siap Membuka Kegiatan Belajar Mengajar?

Apakah-Indonesia-Siap-Membuka-Kegiatan-Belajar-Mengajar

Pertanyaan ini pasti sudah mengganjal para murid, orang tua, guru dan masyarakat di luar sana. Siapkah Indonesia membuka kembali kegiatan belajar mengajar seperti biasanya di sekolah saat pandemi seperti ini?

Siap tidak siap, pada akhirnya Indonesia akan menerapkan kembali kegiatan belajar mengajar bertatap muka seperti dulu. Seperti keterangan yang diberikan oleh Achmad Yurianto,

“Bukan cuma bidang ekonomi, akan tetapi kita juga kembali lagi mulai memikirkan bagaimana proses penddiikan pembelajaran di sekolah, di kampus, sudah mulai harus kita hidupkan kembali dan kita jalankan kembali.”

Rencana pembukaan kegiatan belajar mengajar di sekolah ini tak cuma menjadi langkah kemjuan di tengah pandemi saat ini, pemerintah juga memperhitungkan suatu hal untuk menguji apakah layak untuk merealisasikan rencana ini.

 

Berikut ini adalah berbagai polemik tentang permasalahan/rencana kegiatan ajar mengajar di sekolah.

 

1. Kegiatan Belajar Mengajar Akan disesuaikan dengan Kondisi Epidemologi Tiap-Tiap Wilayah 

Berkaitan dengan ini, perlu dilakukan kajian-kajian komprehensif untuk mengendalikan epidemologi Covid 19 pada tiap-tiap daerah bersangkutan sebelum dapat diputuskan untuk menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Jadi ada kemungkinan suatu daerah tidak merasakan kegiatan belajar mengajar bertatap muka, tapi ada juga yang bisa merasakannya. Semua tergantung pada epidemologi.

 

 2. Muncul Banyak Tanggapan Mengenai Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah

 

Tanggapan atas rencana dibukanya kembali aktivitas belajar mengajar di sekolah sangat beragam, ada yang setuju, ada yang tidak begitu setuju, ada yang di tengah-tengah dan ada yang meminta pemerintah untuk tidak gegeabah.

Seperti yang diutarakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Federasj Serikat Guru Indonesia (Wasekjen FSGI), Satriawan Salim,

“Jika kondisi penyebaran Covid-19 masih tinggi, sebaiknya opsi memperpanjang metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah yang terbaik.”

Ia meminta agar pemerintah tidak tergesa-gesa, dan harus memperhatikan data terkait penanganan Covid 19 untuk tiap-tiap wilayah di Indonesia. Menurutnya, rencana kegiatan belajar mengajar di sekolah ini menuntut komunikasi, koordinasi dan validitas data. Keselamatan dan kesehatan siswa serta guru adalah yang utama, dan menjadi prioritas.

Jangan sampai kegiatan belajar mengajar di Indonesia bernasib sama seperti yang ada di Perancis, Finlandia, Korea Selatan dan negara lainnya, dimana guru dan siswa menjadi korban positif Covid 19 setelah sekolah kembali dibuka saat pandemi. Takutnya hal seperti ini menimpa Indonesia juga.

 

3. Rencana Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Butuh Persiapan yang Tidak Sembarangan

Coba bayangkan dulu bila nasib yang menimpa negara lain juga menimpa Indonesia. Saat para siswa dan siswi terkena Covid 19, mereka kemudian pulang ke rumah, bertemu dengan Ayah-Ibu, Kakek-Nenek atau Adik-Kakak.

Apa yang akan terjadi jika hal itu terjadi?

Pemerintah harus berpikir pintar untuk permasalahan ini, karena risikonya sangat banyak. Apalagi fakta di sejumlah negara yang menunjukkan perkembangan ancaman penyebaran Covid 19 gelombang ke 2, ancaman ini akan sangat menakutkan untuk semua orang, jadi kita semua harus hati-hati

 

4. Muncul Beberapa Masalah Terkait Keputusan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah

Pertama, saat ini Indonesia sedang mengalami kondisi komunikasi, koordinasi dan pendataan penyebaran Covid 19 antara pemerintah pusat dan daerah yang harus diperbaiki.

Mereka memiliki komunikasi yang buruk, dibanding informasi yang dimiliki pemerintah pusat, tentunya yang lebih memahami adalah informasi dari pemerintahan daerah itu sendiri. Sayangnya keduanya belum memiliki komunikasi yang baik. Jangan sampai daerah berjalan sendiri-sendiri.

Kedua, saat ini sekolah-sekolah di Indonesia belum memiliki infrastruktur penunjang higienitas yang memadai. Pemerintah pusat maupun daerah harus mensosialisasikan cara mencuci tangan yang benar dan memahami waktu kritis untuk cuci tangan menggunakan sabun.

Mengenai apakah Indonesia akan membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah, jawabannya itu tergantung. Tapi soal pasti atau tidak, tentunya pasti. Pemerintah sedang memikirkan cara terbaik untuk kita sekarang ini.

 

 

Open chat
Hubungi Lewat Whatsapp
Halo
Bisa kami bantu seputar layanan pendidikan di GKS?