sumber daya alam
Menjelajahi Berbagai Macam Sumber Daya Alam Di Eropa
April 27, 2021
tips menahan lapar saat puasa
6 Tips Agar Tidak Cepat Lapar Saat Puasa Ramadan
May 1, 2021

Bagaimana Kesiapan Sekolah Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka?

ikut sekolah tatap muka

Pemerintah Indonesia mulai mengizinkan kembali dilaksanakannya pembelajaran tatap muka di beberapa daerah yang telah terkategori sebagai zona hijau. Akan tetapi, diberlakukannya pembelajaran tatap muka bukan berarti semua aktivitas belajar mengajar dilakukan secara normal seperti biasanya.

Proses pembelajaran masih dibatasi demi menjaga hal-hal atau terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Seiring dengan peningkatan vaksinasi terhadap guru, pembelajaran tatap muka yang terbatas ini pun akan segera diberlakukan di seluruh wilayah Indonesia.

Salah satu wilayah yang telah diizinkan untuk melakukan pembelajaran tatap mula ialah DKI Jakarta. Uji coba untuk melakukan pembelajaran tatap muka telah dilakukan di 85 sekolah, mulai dari tingkat SD sampai ke tingkat SMA.  Sejak pemerintah Provinsi DKI  Jakarta memberikan izin untuk pembelajaran tatap muka, sekitar 30%  orang tua telah mengizinkan anak-anak mereka untuk ikut sekolah tatap muka.

Sebelum sekolah mulai menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas. Dikutip dari cnbcindonesia.com, Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menghimbau agar semua sekolah harus menyediakan fasilitas untuk mencegah terjadinya penularan. Fasilitas yang perlu disiapkan sekolah antara lain seperti sabun cuci tangan, masker, melakukan tes Covid-19 secara berkala dan beberapa alat kelengkapan yang menunjang lainnya.

Baca Juga : 5 Hal Penting Dalam Program Kesehatan Sekolah

Dengan demikian, apabila guru telah melakukan vaksinisasi maka sekolah diwajibkan untuk memberikan pilihan untuk melakukan pemebelajaran jarah jauh secara daring dan pembelajaran sekolah tatap muka secara terbatas.  Persiapan untuk fasilitas pada pembelajaran tatap muka terbatas di beberapa sekolah yang ada di berbagai daerah juga telah dilakukan.

Satriwan Salim selaku Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) dilansir dari detik.com  mengatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa orangtua mulai mengizinkan anak-anaknya untuk mengikuti proses belajar mengajar di sekolah yang menggunakan sistem terbatas. Salah satu diantaranya ialah karena pemberian nilai pada proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dirasa kurang efektif.

Anak-anak juga dirasa kurang mendapatkan informasi belajar secaa utuh. Selain itu, beberapa orangtua mengatakan bahwa ada sekitar satu atau dua guru yang tidak memberikan pendampingan secara maksimal terhadap murid.

Alasan lainnya yang mengapa orangtua mengizinkan dimulainya sekolah tata muka yakni anak-anak mulai merasa jenuh dan bosan untuk belajar di rumah. Para orangtua pun menganggap bahwa diluar sana telah banyak dibuka fasilitas-fasilitas umum seperti telah diizinkannya melakukan ibadah di masjid atau pergi ke pasar. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan oleh orangtua untuk memperbolehkan anaknya pergi ke sekolah dan mengikuti proses belajar terbatas.

Meskipun sudah ada sekitar 30% orangtua di wilayah Jakarta Barat yang memberikan izin kepada anaknya untuk pergi ke sekolah dan mengikuti proses pembelajaran terbatas. Namun masih ada beberapa orangtua yang tidak mengizinkan hal tersebut. Hal ini disebabkan karena status positif pada tingkat penyebaran virus corona di Jakarta masih dalam angka yang tinggi.

85 dari sekitar lebih dari 800 sekolah di seluruh Jakarta sudah membuka kembali sekolah mereka dan menjalanakan uji coba permbelajaran tata muka terbatas. Karena hampir semua guru di sekolah tersebut telah mendapatkan vaksin Covid-10. Agar memenuhi syarat untuk melkukan uji coba pembelajaran tatap muka tersebut, proses belajar yang dilakukan nantinya akan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Sebagai contoh, pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah ialah dengan cara membagi jumlah tiap murid di dalam kelas. Dari yang awalnya hanya terdiri dari satu kelas, kemudian akan dibagi menjadi tiga kelas dengan maksimal jumlah siswa di dalamnya yaitu 12 orang. Selanjutnya untuk menghindari terjadinya kerumunan di lingkungan selolah,  tiap angkatan yang masuk akan digilir.

Walaupun proses belajar mengajar sudah mulai efektif, akan tetapi tidak semua mata pelajaran akan diberikan kepada murid, sekolah hanya akan fokus untuk mata pelajaran tertentu saja seperti Ekonomi, Kimia, Matematika, Geografi, dan Fisika saja.

Itulah tadi gambaran mengenai bagaimana persiapan sekolah-sekolah di Indonesia, khususnya di Jakarta dalam pelaksaan proses sekolah tatap muka. Bagaimana menurut Anda?

Open chat
Hubungi Lewat Whatsapp
Halo
Bisa kami bantu seputar layanan pendidikan di GKS?