20-Motivasi-Belajar-Daring-untuk-Para-Siswa-Agar-Terus-Semangat
20 Motivasi Belajar Daring untuk Para Siswa Agar Terus Semangat, Tidak Bosan dan Tidak Banyak Mengeluh
November 12, 2020
5-Kesalahan-dalam-Mempersiapkan-Dana-Pendidikan
Anak Segera Masuk Sekolah? Kenali 5 Kesalahan dalam Mempersiapkan Dana Pendidikan
November 16, 2020

Benarkah Pembelajaran Jarak Jauh Menjadi Permanen? Berikut Keterangan Mendikbud

Benarkah-Pembelajaran-Jarak-Jauh-Menjadi-Permanen-Berikut-Keterangan-Mendikbud

Berkaitan dengan permasalahan Covid 19, para siswa darimulai SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi ditetapkan untuk belajar dari rumah melalui metode pembelajaran daring. Karena Covid 19, kita terpaksa melakukan pembelajaran yang banyak dikeluhkan siswa ini karena dirasa tidak begitu efektif. Lalu tersiar kabar, bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperkirakan kalau pembelajaran online ini akan dibuat permanen khusus untuk mahasiswa perguruan tinggi.

Hal ini selaras dengan apa yang dia katakan pada kanal Youtube Media Indonesia pada Kamis (5/11/2020). “Menurut saya di universitas, online learning itu akan menjadi suatu hal yang permanen,” tegasnya.

Lalu bagaimana dengan pendidikan di bawahnya? SMA, SMP atau SD? Apakah tren belajar online akan terus tetap ada? “Menurut saya di SMA, SMP, SD menurut saya kebanyakan masih berat kepada tatap muka. Cuman menggunakan teknologi untuk meningkatkan potensi dari pada proses pengajaran tersebut,” jelasnya.

Jadi sampai di sini kalian dapat memperoleh kesimpulan, bahwa pembelajaran online ini hanya akan dipermanenkan bagi mereka yang sudah menginjak pendidikan di perguruan tinggi.

 

Maksud dari Pembelajaran Online Perguruan Tinggi dan Pembelajaran Offline SD, SMP, SMA

 

Nadiem meihat akan ada tren teknologi di tengah pembelajaran offline maupun online. SD, SMP, dan SMA memang tak akan belajar online selamanya, tapi menurutnya akan muncul teknologi-teknologi pendidikan yang membantu proses pembelajaran offline mereka. “Jadinya walaupun mereka semua offline tapi masih menggunakan teknologi untuk kolaborasi, untuk monitoring, untuk tracking, untuk data, untuk asesmen,” bebernya.

Sementara pembelajaran untuk perguruan tinggi menggunakan teknologi yang modelnya didekatkan untuk membantu proses pembelajaran jarak jauh. Entah akan seperti apa, tapi sebelum ada Covid 19 pun sudah ada beberapa universitas yang menyediakan program kuliah online. “Jadi prediksi saya untuk dasar dan menengah bakal offline, tapi untuk universitas bakal banyak sekali model-model yang lebih ke online,” lanjut Mendikbud.

Baca Juga:Homeschooling untuk Anak Salah Satu Solusi Saat Pandemi 2020

Pendapat dan yang Mahasiswa Rasakan Selama Ini dengan Kuliah Online

Entah akan seperti apa penerapan kuliah online permanen ini, tapi selama pandemi, ada berbagai ekspresi dan reaksi mahasiswa mengenai kuliah online. Dengan didukung oleh berbagai aplikasi dan platform yang membantu mereka kuliah, berikut adalah berbagai testimoni para mahasiswa dengan pembelajaran kuliah online.

 

Enak Sih, Lebih Fleksibel

“Enak sih jadi punya waktu yang lebih fleksibel.”

Benarkah demikian? Ada beberapa mahasiswa yang merasa nyaman-nyaman saja dengan kuliah online. Ini dikarenakan kegiatan kuliah dapat diakses darimana saja, dan di waktu yang telah ditentukan bersama. Materi yang dosen sampaikan saat kuliah online pun dapat dipelajari lagi dalam waktu yang lebih fleksibel.

 

Bosan, Tidak Enak

 “Lelah menatap layar terus hampir setiap hari.”

Ada banyak mahsiswa yang tidak nyaman dengan perkuliahan online. Belajar di dalam satu tempat yang sama saja rasanya bisa menjadi sangat membosankan, mengantuk, tidak seru, apalagi jika jenis kuliahnya di rumah masing-masing. Kalian tidak bertatap muka, hanya bertemu lewat layar, pokokmya tidak enak. Bila dibandingkan dengan kuliah daring, lebih enak jika kuliah dengan bertatap muka.

 

Banyak Tugas

 Ekspektasi mahasiswa mengenai kuliah online ini salah besar. Dipikir akan terasa menyenangkan karena kita belajar menggunakan metode baru (memanfaatkan teknologi di era globalisasi sekarang), faktanya malah banyak mahasiswa yang mengeluh akibat tugas yang dosen berikan tiada henti. “Asli, tugas banyak banget, bukan kuliah daring melainkan tugas daring, dan setiap minggu selalu ada tugas, kadang dosennya enggak ngasih sesuai jadwal, terkadang juga kasihnya sekarang besok terakhir dikirim,” ujar Fika Mayani, mahasiswi jurusan Akuntansi, Universitas Gunadarma Depok.

 

Pembelajaran Online Suatu Kampus dengan Kampus Lain Tidak Selalu Sama

Terakhir, yang menjadi nilai kurang dari pembelajaran online yang tidak disukai mahasiswa adalah, metodenya tidak melulu sama seperti kampus lain mengajar.

Jika ada kampus yang menggunakan Zoom, penjelasan materi, adapula di kampus lain yang tidak memakai Zoom dan asal memberikan tugas.

Jadi, para mahasiswa kurang beruntung itu merasa sedang belajar sendiri, tapi mereka membayar mahal ke kampus tersebut.

Itu yang tidak mereka sukai dari kuliah online ini.

 

Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/4401332/mendikbud-sebut-pembelajaran-online-di-perguruan-tinggi-bisa-jadi-permanen

Open chat
Hubungi Lewat Whatsapp
Halo
Bisa kami bantu seputar layanan pendidikan di GKS?