Ekstrakurikuler

Kegiatan Pramuka adalah kegiatan intrakurikuler di sekolah. Pramuka bersifat wajib, selain karena ketentuan dari Dinas Pendidikan untuk kurikulum 2013, juga merupakan bagian dari program kurikulum GKS yang mendukung pengembangan karakter siswa di sekolah. Kegiatan pramuka dilaksanakan setiap seminggu sekali di hari Jum’at selama 2 jam (4 jam pelajaran). Siswa wajib memakai seragam pramuka beserta kelengkapannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama kegiatan pramuka berlangsung. Setiap Tahun, sekolah akan mengadakan PERSARI (Perkemahan Sehari) untuk siaga dan PERJUSA (Perkemahan Jum’at Sabtu) untuk penggalang di BUPERTA Cibubur. Selain itu sekolah juga akan mengadakan kegiatan-kegiatan pelantikan kenaikan tingkat Pramuka setiap semester yang di adakan di sekolah maupun di luar sekolah. Setiap tahun juga sekolah akan mengikuti lomba-lomba pramuka yang diadakan oleh Kwartir Cabang atau Kwartir Nasional. Iuran pramuka dibayarkan setiap bulan sebesar Rp 40.000,-/bulan yang dibayarkan bersamaan dengan uang sekolah (SPP) maksimal tanggal 10 setiap bulannya selama 10 bulan. (bulan Agustus – Mei).

Drumband adalah ekstrakurikuler wajib di GKS. Seluruh siswa GKS wajib mengikuti drumband karena drumband merupakan salah satu kegiatan yang mendukung program pendidikan karakter di GKS. Pelaksanaan ekstra kurikuler ini dilakukan sepulang sekolah pada hari Senin-Jum’at. Siswa dapat memilih lebih dari 2 jenis ekstra kurikuler sekaligus yang diadakan pada hari yang sama dengan jam yang berbeda. Jika siswa bermaksud mengganti program ekskul, jangka waktu yang diperbolehkan adalah setelah 3 bulan (1 term) berjalan dari ekskul pilihan pertama. Jadwal pelaksanaan ekstra kurikuler akan dibagikan sebelum proses pembelajaran berlangsung. Ekstrakurikuler dimulai pada pukul 14.00 WIB sampai 16.00 WIB. Kegiatan ekstrakurikuler yang berbayar, wajib dibayarkan perbulan bersamaan dengan uang sekolah (SPP) tiap bulan; Ekstrakurikuler merupakan bagian dari program pengembangan diri siswa di sekolah dan diperlakukan sama dengan intrakurikuler. Sehingga di akhir semester siswa akan mendapatkan rapor ekstrakurikuler yang diikuti. Siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler dijemput tepat pada waktunya, yaitu pukul 14.00 WIB; apabila dalam minggu berjalan tidak ada kegiatan ekstrakurikuler, maka kepulangan siswa pada hari Senin-Jum’at kembali seperti biasa, yaitu pukul 14.00 WIB. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan selama minggu efektif belajar yaitu bulan Agustus-Mei. Siswa wajib membawa perlengkapan sesuai kegiatan ekstrakurikuler yang dipilihnya. Diharapkan kerja sama dan dukungan orang tua beserta seluruh pihak terkait dalam menjalankan ketentuan pelaksanaan tersebut sehingga tujuan dari diadakannya ekstrakurikuler untuk mengembangkan minat dan bakat siswa sesuai dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang diminati dapat tercapai.

Field Trip adalah kunjungan pendidikan yang diselenggarakan untuk mendukung program dan kurikulum sekolah. Tempat yang dikunjungi disesuaikan dengan tema yang yang diajarkan di sekolah. Sekolah akan mengadakan Field Trip untuk menunjang pembelajaran siswa sebanyak 3 kali dalam satu Tahun Ajaran. Seluruh siswa wajib mengikuti Field Trip. Bagi siswa yang tidak ikut kegiatan Field Trip harus ada surat keterangan dari orang tua siswa berupa pengisian formulir Field Trip dan menjelaskan alasan ketidakikutsertaan siswa. Sekolah akan mengirim surat pemberitahuan kepada orang tua mengenai rencana kepergian dan meminta orang tua untuk mengisi Formulir Field Trip dari sekolah. Tanpa formulir tersebut sekolah akan berusaha menghubungi orang tua lewat telepon dan apabila tetap tidak ada kabar sampai jadwalnya, maka sekolah dengan terpaksa tidak membawa siswa tersebut untuk ikut kegiatan.

Merupakan wadah untuk meningkatkan percaya diri dan menampilkan potensi siswa dalam berbagai bentuk, misalnya drama, menyanyi,musik, menari, dll. Untuk kelas 1–6, dilaksanakan per tingkatan kelas sekali seminggu.

Pelajaran berenang dilakukan selama jam pelajaran Physical Education (Olah Raga) sebanyak empat kali dalam satu term di kolam renang yang telah bekerjasama dengan sekolah. Sekolah menyediakan transportasi antar jemput dari sekolah menuju kolam renang dan sebaliknya. Setiap kegiatan berenang, siswa diwajibkan untuk memakai pakaian renang lengkap dengan kacamata renang serta membawa perlengkapan mandi. Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan berenang, maka akan tinggal di sekolah bersama salah satu guru yang piket. Selama waktu menunggu jam berenang, siswa yang tidak ikut dapat mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru.

Untuk menanamkan kepekaan sosial pada diri siswa terhadap kondisi masyarakat yang ada di sekeliling mereka, GKS memiliki program khusus yaitu Community Service. Setiap siswa GKS harus melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kegiatan ini bisa berupa kegiatan seperti mengunjungi sekolah sekitar, Sekolah Luar Biasa (SLB) atau panti asuhan dan melakukan kegiatan bersama, seperti membersihkan lingkungan atau bermain bersama.

Pemberian pekerjaan rumah mempunyai tujuan untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keahlian baru, juga untuk memperkaya serta meningkatkan pemahaman terhadap materi yang sedang dipelajari serta untuk meningkatkan kemampuan riset. Pekerjaan rumah dapat berupa worksheet, wawancara, maupun project tergantung tujuan dari pemberian pekerjaan rumah itu sendiri. Pekerjaan Rumah umum yaitu PR yang diberikan untuk seluruh siswa. PR untuk kelas 1-3 diberikan maksimal 1 mata pelajaran dalam 1 hari, sedangkan PR untuk siswa 4-6 diberikan maksimal 2 mata pelajaran dalam 1 hari. Pekerjaan Rumah khusus yaitu PR yang diberikan khusus untuk setiap individu sesuai dengan kebutuhan siswa. Pekerjaan rumah merupakan bagian dari proses belajar siswa. Selain meningkatkan pemahaman materi yang sedang dipelajari, pekerjaan rumah juga melatih kemandirian, tanggung jawab, keterampilan siswa, dan melatih siswa mengatur waktunya. Oleh sebab itu, kegiatan ini merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh guru, orang tua, dan siswa. Agar tujuan pemberian pekerjaan rumah tercapai, dalam memberi pekerjaan rumah hendaknya mengikuti aturan-aturan di bawah ini: Jumlah dan jenis pekerjaan rumah disesuaikan dengan tingkat usia perkembangan siswa; Guru menginformasikan pekerjaan rumah yang diberikan; Siswa diharapkan tepat waktu dalam mengumpulkan pekerjaan rumah; Orang tua turut bertanggung jawab untuk mendukung siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Pekerjaan rumah diberikan secara berkala sesuai dengan aturan tersebut di atas yang disesuaikan dengan tingkat kelasnya. Khusus untuk siswa kelas satu tidak diberi pekerjaan rumah yang bersifat soal tetapi lebih merupakan project, sebagai contoh mengukur telapak tangan ayah dan ibu serta saudara dengan cara tracing atau mewawancarai ibu mengenai masakan favorit keluarga. Selama siswa mengerjakan pekerjaan sekolah di rumah, diharapkan orang tua menyediakan waktu untuk : Membacakan buku kepada siswa kelas 1 atau mendiskusikan isi buku yang dibaca bagi siswa kelas 2-6 Berbicara dengan siswa mengenai apa yang sedang dipelajari dan dikerjakan di sekolah. Menetapkan waktu tertentu untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Menyediakan tempat yang tenang untuk belajar. Menjawab pertanyaan yang siswa belum dapat memecahkan tetapi ia sudah berusaha untuk itu. Mengevaluasi pekerjaan yang sudah selesai.

Setiap hari seusai jam makan siang, siswa yang beragama Islam diwajibkan mengikuti kegiatan shalat Zuhur berjamaah di sekolah. Setiap siswa muslim diharapkan membawa perlengkapan sholat mulai dari mukena, sajadah, sarung, sandal, dan lainnya dan disimpan di loker masing-masing di kelas. Peralatan shalat dibawa pulang 2 minggu sekali pada hari Jumat untuk dicuci. Salah satu nilai untuk mata pelajaran Agama Islam akan diambil dari kegiatan sholat Zuhur ini. Festival Anak Soleh adalah kegiatan keagamaan bagi siswa yang beragama Islam setiap setahun sekali. Kegiatan ini akan diselenggarakan dalam rangka merayakan salah satu hari besar umat muslim. Kurban Bersama dilaksanakan sebagai salah satu perayaan hari besar umat muslim juga mulai dolaksanakan TA ini. Adapun siswa beragama selain Islam akan melakukan kegiatan keagamaan sesuai agamanya masing-masing.

Children Annual Show adalah kegiatan pementasan akhir tahun sekolah yang bertujuan untuk menampilkan kebisaan-kebisaan siswa yang didapat selama satu tahun ajaran. CAS adalah kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa GKS. Pementasan ini adalah merupakan salah satu rapot nyatanya siswa. Sehingga orang tua siswa wajib datang untuk menyaksikan kemampuan yang sudah dicapai oleh putra/putrinya selama satu tahun ajaran serta memberikan apresiasi. Pementasan dalam CAS merupakan wadah bagi seluruh siswa untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka dan juga menampilkan potensi yang mereka miliki. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Pertemuan yang ditunjuk oleh pihak sekolah. Sekolah mengharapkan bantuan dan dukungan penuh dari seluruh orang tua siswa untuk kegiatan CAS ini. Graduation Day dilaksanakan berbarengan dengan acara CAS sebagai penutup acara. Setiap siswa yang lulus akan melewati ”Graduation Ceremonial” sebagai wujud penghargaan sekolah terhadap segala prestasi yang sudah dicapai siswa selama bersekolah di GKS.

Open chat
Hubungi Lewat Whatsapp
Halo
Bisa kami bantu seputar layanan pendidikan di GKS?
Powered by