Filosofi Pendidikan

Filosofi Pendidikan Global Kids terkandung dalam kata “global“ itu sendiri. Berasal dari bahasa Inggris, kata “global“ berarti “relating to the whole world“, yakni mempersiapkan siswa untuk aktif menjadi bagian dari sebuah masyarakat global, masyarakat dunia. Saat ini pergaulan antar bangsa sudah berlangsung sangat intens karena batas geografis dan budaya sudah terhubung melalui teknologi moderen, karena itu kita sudah masuk dalam jaringan masyarakat global. Salah satu ciri masyarakat global adalah pluralisme agama dan budaya. Di Global Kids School, keagamaan bersifat terbuka, toleran, dan inklusif. Keberagaman yang inklusif tidak berarti berpandangan semua agama adalah sama dan identik, tetapi siswa akan memiliki keluasan wawasan dan sikap untuk menghargai perbedaan secara tulus dan bersahabat.

Sebagai bagian dari masyarakat global, kita patut bersyukur bahwa negara kita sangat kaya dengan budaya, flora dan fauna. Di Global Kids School, disamping ditanamkan kesadaran sebagai bagian dari masyarakat dunia, kebanggaan terhadap budaya Indonesia dan menjadi bangsa Indonesia ini senantiasa ditanamkan siswa agar memiliki semangat patriotisme dan tetap menghormati keragaman budaya yang akan ditemui dalam interaksi sehari-hari. Pendidikan karakter yang menumbuhkembangkan nilai-nilai moral juga akan senantiasa ditanamkan sejak dini agar siswa memiliki karakter yang kuat agar siswa tetap bisa menjadi bagian dari masyararakat global dengan tetap berpegang pada nilai-nilai dan sikap hidup yang mulia.

Pendidikan di Global Kids School tidak hanya mengandalkan transfer pengetahuan antara guru dan murid yang berlangsung di ruang kelas melainkan – lebih dari itu – memiliki agenda untuk membangun sebuah masyarakat pembelajar (learning society). Baik guru, orang tua, pengurus, masyarakat sekitar maupun murid kesemuanya dikondisikan untuk bisa saling belajar dan berbagi pengalaman hidup sehingga pada urutannya apa yang disebut masyarakat pembelajar merupakan kultur Global Kids School. Usaha ini dilakukan antara lain melalui pelatihan dan pertemuan informal dalam suasana akrab dan bermutu. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, bukan penentu, dalam mengembangkan rambu-rambu kurikulum, pengawasan dan menyusun kebijakan umum pendidikan yang menyangkut tugas dan wewenang negara dalam mengembangkan sumber daya warga negara.

Proses pendidikan yang ideal sangat membutuhkan peranan, keterlibatan dan partisipasi masyarakat, khususnya orang tua murid. Masyarakat pengguna jasa pendidikan, orang tua dan murid, lembaga-lembaga riset, dan Perguruan Tinggi harus dilibatkan untuk membantu sekolah dalam mengembangkan potensi dan minat siswa membangun masa depan mereka.

Profil Kurikulum Kurikulum Tertulis

Sebagai sekolah Indonesia, Global Kids School menggunakan kurikulum nasional dan mengikuti rambu-rambu dan ketentuan yang digariskan oleh pihak Departemen Pendidikan Nasional, saat ini yang digunakan sebagai acuan utama adalah Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 dikembangkan dan diperkaya sesuai dengan kebutuhan siswa dan orang tua yang beragam, antara lain ialah pengembangan karakter, keterampilan menulis, berbicara dalam bahasa Inggris serta berfikir kritis dan intelegensi lain.

Open chat
Hubungi Lewat Whatsapp
Halo
Bisa kami bantu seputar layanan pendidikan di GKS?
Powered by