5-Kesalahan-dalam-Mempersiapkan-Dana-Pendidikan
Anak Segera Masuk Sekolah? Kenali 5 Kesalahan dalam Mempersiapkan Dana Pendidikan
November 16, 2020

Mengintip 4 Kesulitan Pendidikan di Venezuela di Tengah Krisis Ekonomi

Pendidikan-di-Venezuela-di-Tengah-Krisis-Ekonomi

Krisis Venezuela dimulai tahun 2010 lalu, diakibatkan oleh ketergantungan negara pada minyak selama lebih dari 3 dekade terakhir. Minyak menjadi sumber pendapatan utama negara ini, lalu saat sumber pendapatan utama mereka terganggu, industri-industri lain pun terkena dampak. Sehingga hampir 90% dari penduduknya mengalami kemiskinan.

Akibat konflik serta krisis ekonomi tersebut, banyak anak putus sekolah. Padahal pendidikan untuk anak sangatlah penting, karena mereka menjadi generasi-generasi baru yang kelak dapat membangkitkan tatanan negaranya kembali.

Krisis pendidikan tidak begitu mendapat sorotan dari pandangan dunia, untuk itu, mari kita coba lihat apa saja yang terjadi di Venezuela berkaitan dengan pendidikan yang ada di sana.

 

Sulitnya Pendidikan di Venezuela di Tengah Beragam Kesulitan

 

  1. Tidak Ada Uang, Seragam, Perlengkapan Sekolah Hingga Transportasi

 

Sekolah-sekolah tetap berusaha untuk tetap buka, tapi tak dapat dibohongi kalau siswa-siswinya serba kesusahan. Karena krisis ekonomi, keluarga tidak mampu membeli perlengkapan sekolah atau makanan yang mencukupi untuk mendukung pendidikan mereka saat belajar di kelas.

 

Selain siswanya, sekolah juga dalam keadaan tidak baik. Contohnya sekolah yang ada di Caucagua. Setiap bulan September, mereka tidak memiliki listrik serta air hanya bekerja 3 hari dalam satu Minggu. Di beberapa bagian lain, ada sekolah yang terpaksa tidak bisa memulai ajaran baru karena kekurangan sanitasi dan makanan (siswa-siswi banyak yang tidak makan dari rumah). Lalu permasalahan transportasi menyulitkan orang tua mengantar anaknya ke sekolah.

 

  1. Di Venezuela Ada Jutaan Anak Tidak Bersekolah

 

Lebih dari 1 juta anak tinggal di Kolombia, dan tercatat setengah dari anak-anak di sana tidak mengenyam pendidikan. Jikapun ada, jumlah murid dan guru tidaklah sebanding. Sehingga dalam satu ajar, kelas penuh akan sesak, perhatian guru juga sulit dibagi ke anak-anak lain. Jika ada yang tidak paham, maka guru tak bisa banyak membantu.

 

Menurut data pada tahun 2018 lalu, jumlah anak yang mendaftar sekolah mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari yang cuma 26.000 naik menjadi 34.000 anak.

Jumlah tersebut cukup baik, tapi tetap saja, sekolah-sekolah di Venezuela kekurangan sumber daya manusia, kekurangan guru, materi pembelajaran ketinggalan zaman, hingga infrastruktur yang tidak memadai untuk disebut sekolah.

 

  1. Banyak Anak Venezuela Sengaja Putus Sekolah untuk Pergi Bekerja

 

Pada Juni 2018, badan perlindungan anak Kolombia menemukan bahwa 350 anak Venezuela, terutama yang tinggal di dekat perbatasan Venezuela, menjadi korban pekerja anak selama kurun waktu tiga bulan. Mereka bermigrasi tanpa menggunakan paspor atau visa kerja, hal tersebut dapat berdampak pada rentannya eksploitasi tenaga kerja.

 

Di Kolombia sendiri, terdapat peraturan untuk anak-anak yang masih berusia di bawah 15 tahun, tidak diperbolehkan bekerja. Tetapi anak-anak Venezuela ini dengan kekeuh mencari nafkah untuk membantu keluarga mereka sampai mereka relakan dengan bolos sekolah. Menurut sebagian dari mereka mencari uang adalah prioritas utama dibanding pendidikan.

 

  1. Kondisi Pendidikan di Venezuela Ketika Pandemi

 

Pembukaan pembelajaran baru, anak-anak Venezuela menggunakan masker mendaftar ke sekolah yang tersedia di sana. Sama seperti yang sekarang kita lakukan, mereka juga ikut mencari ilmu mengandalkan internet. Namun perjuangan mereka jauh lebih besar, karena internet mahal, maka mereka mencari sinyal-sinyal di sepanjang jalan.

 

Ada yang mencari jaringan dengan menyambung ke WiFi tetangga, WiFi yang ada di jalan, pokoknya mereka berusaha agar terhubung dengan internet tak peduli tempat mereka berdiam saat itu nyaman atau tidak. Di samping itu, gaji seorang Guru di Venezuela sangatlah sedikit, sekitar 2,5 Dollar AS selama sebulan atau setara dengan Rp 36.716 rupiah.

 

Melihat krisis yang ada di sana serta susahnya mengenyam pendidikan, di sini kita harus bersyukur dan lebih semangat dari mereka dalam mengenyam pendidikan.

 

Sumber: https://m.liputan6.com/global/read/4390598/foto-features-potret-pendidikan-di-venezuela-di-tengah-beragam-kesulitan?page=9

Open chat
Hubungi Lewat Whatsapp
Halo
Bisa kami bantu seputar layanan pendidikan di GKS?