Strategi Mengajar

Kurikulum Terpadu

Melalui kurikulum Global Kids School (GKS) siswa belajar dan menjadi anggota masyarakat global seperti yang sudah dicanangkan dalam visi misi GKS. Siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif, belajar mandiri, mengembangkan kreativitasnya, dan memiliki kesempatan untuk dapat memecahkan masalah yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Di GKS, siswa adalah subyek, maka diterapkan pendekatan “active learning” di mana para guru lebih berperan sebagai fasilitator dan stimulator, sedangkan yang lebih aktif adalah para siswa. Suasana belajar dikondisikan untuk selalu nyaman, menyenangkan dan ramah anak agar daya tangkap dan daya kreasi siswa selalu segar.

Kurikulum terpadu diterapkan karena sesungguhnya ilmu itu saling berkait-kaitan, dengan tujuan agar siswa memiliki kemampuan untuk menghubungkan antara satu pelajaran dengan yang lain dan mampu mengkaitkan dengan pengalaman hidup sehari-hari. Dengan kurikulum terpadu pemanfaatan waktu akan lebih efisien agar beban kurikulum yang ada dapat terselesaikan dengan efektif./p>

Pendidikan di GKS selalu meningkatkan fasilitas dan perhatiannya untuk membantu para siswa mengembangkan minat dan potensi dirinya dalam bidang ekstra kurikuler, terutama yang berkaitan dengan seni, olah raga, Bahasa dan apresiasi budaya.

Kegiatan belajar mengajar di GKS akan dihantarkan dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Bahasa Inggris digunakan sebagai Bahasa pengantar dalam instruksi sehari-hari. Diharapkan dengan digunakan dalam keseharian akan membuat siswa terbiasa dalam menggunakan bahasa Inggris. Khusus kelas 6 terdapat penambahan kuantitas pembelajaran yang diberikan dalam bahasa Indonesia sebagai persiapan menghadapi ujian akhir.

Guru melakukan evaluasi secara berkala agar  memperoleh informasi mengenai perkembangan proses belajar siswa secara utuh untuk disesuaikan dengan materi dan memudahkan dalam pembuatan rencana pengajaran.

Evaluasi dilakukan secara menyeluruh meliputi ulangan tertulis, tugas harian, pekerjaan rumah, project, dan sikap belajar siswa. Semua komponen penilaian tertuang dalam Lesson Overview yang disampaikan saat presentasi program di setiap awal semester. Dokumen tersebut berisikan informasi mengenai materi yang dipelajari dalam satu semester, tugas-tugas yang diberikan, serta jadwal ulangan. Orang tua menggunakan sebagai acuan dalam membantu siswa belajar.

Bahasa pengantar yang digunakan dalam ulangan tertulis sama dengan bahasa pengantar yang digunakan pada saat penyampaian materi. Untuk melakukan assessment terhadap kemampuan siswa secara lebih akurat, maka secara bertahap Sekolah mulai menerapkan performance assessment yang dituangkan dalam bentuk sebuah kriteria penilaian (rubrik). Melalui performance assessment, kemampuan berpikir siswa, seperti analisa sebab akibat, deductive dan inductive reasoning, experimentation, dan problem solving dapat terasah dengan menghadapi tugas-tugas nyata.

Di awal tahun ajaran, Sekolah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). KKM adalah tingkat pencapaian kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa per mata pelajaran. Siswa yang belum mencapai nilai KKM dikatakan belum tuntas. Remedial dan re-test diberikan pada siswa yang mendapatkan nilai kurang dari KKM dalam semester berjalan.

Evaluasi Hasil Belajar setiap akhir semester dengan jadwal yang disesuaikan dari Dinas Pendidikan setempat. Soal-soal Ujian yang diberikan kepada siswa adalah soal-soal yang berasal dari sekolah dan Dinas Pendidikan menjadi bahan perbandingannya.

Ulangan Harian (Daily Test) adalah evaluasi belajar siswa dari beberapa materi yang sudah diberikan. Waktu pelaksanaan ulangan harian diinformasikan sebelumnya dan pelaksanaannya maksimal 1 mata pelajaran dalam 1 hari (kecuali jika terjadi hal-hal khusus dimungkinkan pelaksanaan ulangan harian lebih dari 2 mata pelajaran yang akan diinfokan pada orang tua). Ulangan Harian tidak dilaksanakan pada hari Senin kecuali untuk bidang studi tertentu yang waktu belajarnya hanya di hari Senin. Proyek adalah tugas yang diberikan pada siswa dalam rentang waktu tertentu baik yang dikerjakan di sekolah maupun di rumah. Penilaian proyek dilakukan dengan melakukan “Presentasi Proyek” tiap selesai materi. Kegiatan ini diikuti dan disaksikan oleh seluruh orang tua SD.

Ulangan Tengah Semester (UTS) adalah evaluasi belajar siswa yang diberikan di tengah semester. UTS dilaksanakan selama satu minggu dan dengan jadwal mata pelajaran yang telah ditentukan.
Ulangan Akhir Semester (UAS) adalah evaluasi belajar siswa yang diberikan di akhir semester. UAS dilaksanakan selama satu minggu dan dengan jadwal mata pelajaran yang telah ditentukan.
Ujian Sekolah/Madrasah Berstandar Daerah (US/MBD) Di kelas 6 siswa akan mengikuti US/MBD. Pelaksanaan US/MBD akan disesuaikan dengan kebijakan Dinas Pendidikan setempat dan akan diinformasikan setelah Sekolah mendapatkannya dari Dinas Pendidikan. Untuk US/MBD angkatan kedua GKS di Tahun Ajaran 2016-2017 akan dilaksanakan di GKS.
Persiapan Ujian Akhir dilakukan melalui review materi, kuis latihan soal-soal, dan try out secara berkala. Setiap siswa memiliki satu buah bindex yang disimpan di sekolah dan dua minggu sekali dibawa pulang ke rumah. Bindex berisi worksheet, handout, kuis, serta tugas lainnya yang di-file sendiri oleh siswa. Kerja sama yang baik antara sekolah dengan orang tua dalam memotivasi siswa sangat berperan besar.
Open chat
Hubungi Lewat Whatsapp
Halo
Bisa kami bantu seputar layanan pendidikan di GKS?
Powered by