5 Langkah Menggunakan Modul Pembelajaran untuk Belajar Siswa
5 Langkah Menggunakan Modul Pembelajaran untuk Belajar Siswa
September 20, 2020
Homeschooling untuk Anak
Homeschooling untuk Anak Salah Satu Solusi Saat Pandemi 2020
September 27, 2020

Strategi Pembelajaran Inovatif untuk Belajar di Rumah

Strategi-Pembelajaran-Inovatif-untuk-Belajar-di-Rumah2

Pembelajaran inovatif di era pandemi ini sangat diperlukan. Pasalnya sebuah survei yang dilakukan UNICEF pada Mei dan juni 2020 menghasilkan sebanyak 66% dari 60 juta siswa dari berbagai jenjang pendidikan pada 34 provinsi di Indonesia mengaku tidak nyaman belajar dari rumah selama pandemi ini.

Survei tersebut dilakukan lewat kanal U-Report melalui SMS, WhatsApp dan Messenger kepada lebih dari 4.000 siswa. Selain mengetahui perasaan para siswa yang harus belajar di rumah, sebanyak 87% siswa juga ingin kembali belajar di sekolah seperti saat old normal.

Tapi sayang sekali, keadaan sekarang tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut. Secara terpaksa, mau tidak mau, kita tetap harus menjalani pembelajaran jarak jauh demi meminimalisir penyebaran Covid.

Untuk mengatasi PJJ yang membosankan ini, kita butuh pembelajaran baru, yang lebih menyenangkan dan memotivasi siswa.

Dan berbicara soal strategi sekolah online yang inovatif ini, berikut ini adalah beberapa inovasi pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan untuk murid-murid.

 

4 Strategi Pembelajaran Inovatif untuk Kegiatan Belajar di Rumah

 

  1. Manajemen Kelas Daring dengan Baik Antara Guru dan Murid

 

Pertama yang harus diperhatikan adalah teknologinya. Kita sadar betul kehadiran Guru tak dapat digantikan. Cuma, bagaimana cara kita membuat guru tetap selalu hadir di setiap proses pembelajaran kita, karena belajar tanpa guru pastilah membosankan. Selayaknya seperti jam kosong di kelas, belajar sendiri tanpa guru pasti rasanya ada yang kurang.

Keberadaan teknologi belajar saat ini harus mampu mendukung kehadiran Guru dan mempermudah Guru menyampaikan materi seefektif mungkin kepada murid-muridnya. Intinya, pembelajaran yang inovatif dan tidak membosankan adalah pembelajaran yang tidak menghilangkan sosok guru di dalamnya.

Lalu, seperti apa bentuk teknologi dari ‘manajemen kelas daring’ yang mampu mendukung guru dalam proses ajar mengajar? Berikut adalah lanjutannya:

 

  1. Proses Belajar Akan Terasa Lebih Hidup dengan Animasi Pembelajaran

Strategi-Pembelajaran-Inovatif-untuk-Belajar-di-Rumah2

Pembelajaran inovatif satu ini sangat diakui keefktifitasnya soal kemudahannya yang membuat para siswa lebih semangat belajar dan mudah paham. Belajar dengan audio visual saat ini memang sedang ngetrend. Beberapa aplikasi online belajar juga memakai metode ini dalam belajar.

Para Guru banyak yang membuat video penjelasan dengan didukung animasi-animasi visual super keren. Para siswa baik yang masih SD hingga SMA menyukai metode pengajaran jarak jauh seperti ini.

Yang mana, kita tidak menghilangkan sosok guru, tapi kita mendukung guru tersebut untuk tetap ada di setiap pelajaran.

Setidaknya, cara ini terbilang lebih menyenangkan daripada meminta murid-murid membaca buku terlalu banyak. Karena bisa berakhir bosan.

 

  1. Menyelesaikan Soal Sambil Bermain Game (PlayHub)

Strategi-Pembelajaran-Inovatif-untuk-Belajar-di-Rumah3

Pembelajaran seperti ini cocok untuk anak-anak, bermain sambil menyelesaikan soal merupakan hal yang disukai anak-anak. Dan jangan lupa, soal yang disajikan harus sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, supaya siswa tidak begitu merasa terbebani dengan soal-soal yang pelajarannya saja belum mereka pahami.

Menyajikan soal dengan level-level tertentu juga menarik, seperti soal level mudah, level medium, hingga level sukar. Kolaborasi antara game dan soal yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa adalah pembelajaran yang banyak orang-orang impikan saat ini. Jadi tak cuma asal kasih tugas lalu tinggal. Para murid tak menyukai pembelajaran seperti itu.

 

  1. Pelajaran Harus Ada Gaya Belajar Visual, Auditori dan Kinestetik

Belajar dari Rumah

Ada 3 jenis gaya belajar, yaitu Visual, Auditori dan Kinestetik. Gaya belajar Visual lebih mengacu pada penglihatan. Contohnya seperti belajar lewat video, gambar, atau ilustrasi yang ada di buku. Sementara gaya belajar Auditori mengandalkan pendengaran sebagai cara murid menerima informasi, dan gaya belajar Kinestetik adalah gaya belajar yang melibatkan pergerakan. Tipe ini biasanya tak hanya handal dalam teori saja, tapi juga praktek.

Pembelajaran yang baik harus memuat ketiga gaya belajar ini. Sehingga nanti para siswa dapat menyesuaikan sendiri gaya belajarnya masing-masing. Tiap gaya belajar orang-orang memang berbeda, kita harus menghargainya agar mereka menemukan cara terbaik dalam belajar menurut versi mereka sendiri.

Berhubungan dengan itu, GKS (Global Kids School) tak mau kalah dalam hal strategi pembelajaran inovatif di tengah pandemi saat ini. Pembelajaran yang ada di GKS sangat menyenangkan, tidak membuat murid bosan, dapat dengan mudah menyesuaikan pembelajaran jarak jauh yang serba ribet ini. Sekolah ini selalu berkomitmen dalam menciptakan belajar yang menyenangkan dan berkualitas.

Open chat
Hubungi Lewat Whatsapp
Halo
Bisa kami bantu seputar layanan pendidikan di GKS?