Tata Tertib

Hak dan Kewajiban

Siswa, orang tua, guru, dan staf GKS mempunyai hak dan tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, aman dan nyaman sehingga siswa dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu setiap anggota dari keluarga besar GKS memiliki hak dan kewajiban masing-masing.

Hak dan Kewajiban Siswa

Siswa berhak untuk:

  1. Mendapat pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan visi misi Sekolah
  2. Mengemukakan pandangan dan aspirasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan kualitas pendidikan melalui guru kelas dan menerima jawaban dari pihak Sekolah
  3. Mendapatkan keamanan dan perlindungan atas milik pribadinya selama dalam lingkungan Sekolah
  4. Berkonsultasi dengan guru, konselor, administrasi, dan staf Sekolah lainnya;
  5. Bersosialisasi dengan siapapun di lingkungan Sekolah.

Siswa wajib untuk:

  1. Menjaga barang-barang milik pribadi dan Sekolah dari kerusakan dan kehilangan;
  2. Menjaga kebersihan lingkungan Sekolah dengan cara membuang sampah pada tempatnya;
  3. Menjaga nama baik Sekolah dengan cara berseragam lengkap, berpenampilan rapi, dan berperilaku sopan serta menjaga martabat pribadi siswa di lingkungan Sekolah;
  4. Memerhatikan pengumuman Sekolah mengenai kegiatan-kegiatan akademik yang diumumkan melalui lisan atau tulisan;
  5. Menghormati dan menghargai semua guru dan staf GKS atau personil sekolah;
  6. Mematuhi semua peraturan Sekolah, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis;

Hak dan Kewajiban Orang tua

Orang tua berhak untuk:

  1. Mendapatkan fasilitas dan pembelajaran bagi putra/putrinya sesuai dengan yang dijanjikan
  2. oleh pihak Sekolah;
  3. Mendapatkan informasi dan/atau laporan dari Sekolah sehubungan dengan perkembangan
  4. putra/putrinya atau Sekolah;
  5. Mendapatkan hak konsultasi dengan pihak Sekolah sehubungan dengan perkembangan putra/putrinya.

Orang tua berkewajiban untuk:

  1. Melunasi seluruh kewajiban keuangan (misalnya: uang pangkal, uang Sekolah, iuran pramuka dan uang ekstrakurikuler) tepat waktu sesuai ketentuannya demi kelancaran kegiatan belajar mengajar;
  2. Berperan aktif dalam proses pendidikan putra/putrinya;
  3. Berkomunikasi dengan pihak Sekolah mengenai kondisi putra/putrinya;
  4. Menyelaraskan nilai-nilai dalam keluarga dengan visi misi Sekolah guna tercapainy perkembangan akademis dan non akademis yang optimal bagi putra/putrinya;
  5. Membekali putra/putrinya untuk menghadapi pengaruh perkembangan jaman dengan berbekal norma sosial, kesopanan, dan agama;
  6. Menginformasikan setiap perubahan dalam Data Pribadi Siswa dan orang tua untuk memudahkan pihak Sekolah dalam berkomunikasi.

Hak dan Kewajiban Sekolah

Guru dan Staf GKS berkewajiban untuk:
  1. Mematuhi Peraturan Perusahaan;
  2. Menjadi teladan dan membantu siswa dalam pembentukan karakter yang baik;
  3. Membantu siswa dalam pencapaian nilai akademik yang baik.
  4. Menghargai, dan melayani siswa, orang tua, sesama guru, dan staf Sekolah dengan menjaga
  5. integritas dan komitmen;
  6. Menegakkan disiplin siswa dalam proses belajar;
  7. Menciptakan dan menjaga lingkungan yang kondusif agar siswa dapat mengikuti proses
  8. belajar secara optimal;
  9. Membantu siswa dalam memunculkan dan mengembangkan konsep diri dan kepercayaan
  10. diri siswa;
  11. Memperhatikan keadaan fisik, akademik, emosi, sosial, dan spiritual siswa;
  12. Mengembangkan kurikulum dan memberikan pembelajaran sesuai dengan standar Sekolah;
  13. Meningkatkan kompetensi diri secara terus menerus;
  14. Turut serta mewujudkan terciptanya masyarakat pembelajar

Perilaku siswa baik di dalam maupun di luar sekolah sangatlah penting. Penanaman nilai-nilai  senantiasa dilakukan oleh seluruh komponen sekolah agar siswa terbiasa bertingkah laku baik. Siswa wajib menghormati seluruh anggota keluarga besar di sekolah seperti guru, sesama siswa, orangtua, maupun staf lainnya. Bersikap sopan adalah cerminan seseorang menghormati orang lain.

Nilai-nilai yang berusaha ditanamkan di sekolah antara lain:

  • Bersikap jujur terhadap diri sendiri maupun orang lain.
  • Menghargai orang lain, menghindari mengejek, menghina, atau sikap lain yang membuat oranglain merasa bersedih atau merasa tersinggung.
  • Menjaga barang milik pribadi dan sekolah, menghindari merusak barang orang lain dan barang sekolah.
  • Meminta ijin pada setiap kesempatan ketika menggunakan barang orang lain, menghindari mengambil, atau merebut tanpa seijin pemiliknya.
  • Tolong-menolong dan berbagi dengan orang lain.
  • Memiliki rasa peduli dan empati, dan lain sebagainya.
  • Menerapkan nilai-nilai yang sudah dikembangkan disekolah.

Selain tata tertib untuk berlaku sopan, sekolah juga menerapkan disiplin yang tinggi kepada siswa. Bagi siswa yang melanggar nilai-nilai sekolah, akan mendapatkan  konsekuensi dari guru kelas. Apabila siswa yang bersangkutan masih melanggar nilai-nilai tersebut, maka kepala sekolah akan menindaklanjuti pelanggaran tersebut. Jika masih belum selesai dengan kepala sekolah, maka sekolah akan mengundang orang tua siswa untuk datang berdiskusi dengan guru serta kepala sekolah untuk mencari solusi atau perilaku siswa.

Seragam Sekolah

  • Sekolah Global Kids mewajibkan seluruh siswa–siswinya untuk memakai seragam sesuai jadwal pada saat datang ke sekolah. Tujuan dari penggunaan seragam adalah:
  •  
  • Sebagai identitas diri sebagai siswa GKS.
  • Untuk mengajarkan disiplin diri pada siswa.
  • Untuk membantu guru menciptakan disiplin di kelas.
  • Untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antar siswa dalam hal berpakaian.
  • Untuk menciptakan rasa kebersamaan dan kebanggaan pada sekolah.
  • Sekolah sangat menghargai mereka yang datang ke sekolah untuk belajar dengan berpakaian rapi dan sopan. Selama disekolah, siswa diminta untuk tetap menjaga kerapihan penampilannya dalam berseragam.
  • Pakaian seragam untuk siswa SD adalah seragam batik GKS, olah raga, kasual, batik bebas serta seragam pramuka. Sepatu yang dipakai adalah sepatu tertutup berwarna dominan putih dengan kaos kaki putih polos (Senin-Kamis). Memakai sepatu dan kaos kaki hitam pda saat hr Jumat. Saat pembelajaran, sepatu dan kaos kaki harus disimpan di rak sepatu kelas masing–masing.

Sekolah mewajibkan siswa laki-laki berambut rapi, panjang rambut tidak menyentuh kerah baju dan poni tidak terlalu panjang sampai mengganggu konsentrasi siswa tersebut.  Sewaktu-waktu sekolah dapat mengadakan pengecekan rambut dan siswa mendapat konsekuensi sesuai aturan sekolah yang berlaku.

Sekolah juga tidak mengijinkan siswa datang ke sekolah dengan rambut dan kuku dicat dan melukis tubuh dengan menggunakan cat yang susah dibersihkan (tato temporer).

Pengantaran Siswa

  • Siswa hadir di sekolah paling lambat pukul 07.30 WIB. Bagi siswa yang diantar oleh orangtua/keluarga, para pengantar hanya diperbolehkan berada di sekolah sampai pukul 07.30 WIB dikarenakan siswa sudah belajar di kelas. Untuk siswa baru yang belum dapat ditinggal oleh orangtua, kami mengijinkan salah seorang keluarga untuk menunggu di sekolah (di luar ruangan kelas) selama 3 hari pertama awal masuk sekolah. Diharapkan orang tua terlebih dahulu membuat perjanjian dengan guru kelas.
  • Siswa diharapkan berada di sekolah selama jam sekolah berlangsung. Apabila karena suatu keperluan seorang siswa harus meninggalkan sekolah lebih awal. Apabila kepulangan siswa sudah direncanakan sebelumnya maka orangtua wajib memberitahu guru melalui buku penghubung/agenda atau menelepon langsung ke guru. Apabila kepulangan siswa tanpa direncanakan sebelumnya (mendadak), maka orang tua diwajibkan menginformasikan kepada bagian TU.
  • Penjemputan Siswa
  • Siswa diharapkan dijemput tepat waktu dengan waktu sebagai berikut :
  • Jam 14.00 jika tidak ada ekskul atau tidak mengikuti ekskul.
  • Jam 15.00 jika ikut ekskul
  • Jam 16.00 jika ikut ekskul tilawati (Selasa-Jumat)

Pada saat menjemput siswa (yang tidak ikut fasilitas antar jemput), penjemput wajib membawa ”Pick Up ID Card”. Jika tidak membawa dan bukan orang tua siswa, maka  guru kelas akan menelpon orang tua siswa terlebih dahulu untuk mendapatkan izin jemput. Jika sudah dikonfirmasi, maka guru akan menyerahkan siswa kepada yang menjemput. Hal ini dilakukan untuk melindungi siswa dan sekolah dari kejahatan dan hal-hal yang tidak diinginkan serta untuk mendukung tata tertib sekolah.

  • Berjalan Melewati Kelas
  • Demi keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah, setiap siswa yang akan melewati kelas atau lingkungan sekolah lainnya harus selalu mengingat hal–hal di bawah ini :
    • Berjalan dengan sopan.
    • Berjalan di sebelah kiri pada saat naik dan turun tangga.
    • Berbicara pelan karena suara keras akan mengganggu kelas lain yang sedang belajar.
    • Menunggu giliran apabila ada kelas lain yang akan keluar.
  • Masuk Keluar Gedung
  • Pada saat datang, siswa langsung menuju kelasnya masing-masing untuk persiapan belajar. Kepulangan siswa akan dibagi antara yang menggunakan mobil antar jemput dan kendaraan pribadi. Siswa dan orang tua akan diinformasikan lokasi penjemputan. Khusus untuk kelas 1-3, siswa akan diantar oleh guru sampai ke penjemput, kelas 4-6 siswa akan menuju jemputan secara mandiri dan masih tetap di bawah pengawasan guru. Siswa berada di mobil antar jemput paling lambat 5 menit setelah waktu kepulangan.
  • Toleransi
  • GKS sadar bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan keterbatasan. Setiap siswa datang dengan latar belakang yang berbeda : ekonomi, keluarga, ras, budaya, intelegensia. Semua ini harus dijadikan hal biasa dan tidak dapat dijadikan sebagai bahan olok–olok. Sekolah akan menindak mereka yang mengejek latar belakang temannya, dengan cara memberi peringatan terlebih dahulu. Apabila masih terjadi pengejekan, akan dilakukan tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Integritas Akademik
  • GKS menjunjung tinggi nilai moral dan kode etik kejujuran dalam bekerja dan berkreasi. Ketika pemikiran atau ide-ide orang lain telah ada dalam suatu penelitian atau buku, maka ide atau hasil pemikiran itu dapat digunakan sebagai referensi dan ditulis dengan ketentuan yang berlaku.

Tindakan plagiat (mengakui hasil karya orang lain menjadi

miliknya) dari berbagai sumber seperti buku dan internet adalah salah satu kecurangan akademik. Menyontek adalah salah satu jenis kecurangan akademik. Dalam kasus ini, ‘si pemberi contekan’ adalah sama dengan ‘si penyontek.’ Pemalsuan terhadap surat-surat atau tanda tangan di sekolah adalah termasuk pada kecurangan akademik.  Pemalsuan tanda tangan dan atau mengirimkan surat palsu kepada institusi lain dapat menyebabkan siswa dikeluarkan dari sekolah.

  • Sampah
  • Lingkungan Sekolah GKS adalah lingkungan yang bersih. Semua anggota sekolah wajib bertanggung jawab terhadap sampah yang akan mengotori lingkungan. Membuang sampah sembarangan merupakan perbuatan yang tidak bertanggung jawab. Siswa yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan konsekuensi sesuai peraturan sekolah yang berlaku.
  • Snack dan Makan Siang
  • Siswa makan snack dan makan siang dalam jadwal yang telah ditentukan di kelas masing-masing. Setiap hari siswa membawa snack dari rumah masing-masing. Untuk makan siang, siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah atau ikut katering sekolah. Orang tua diharapkan membekali siswa dengan snack dan makan siang yang sehat (tidak menggunakan pengawet, zat pewarna, soda dan penguat rasa). Membawa makanan berupa mie instan hanya diperbolehkan maksimal 2x dalam sebulan. Tidak diperbolehkan membawa snack yang berbentuk ”chiki” dan permen serta minuman yang tidak sehat.
  • Makan dan Minum Selama Pelajaran Berlangsung
  • Siswa diperbolehkan membawa minuman berupa air mineral ke kelas dan diperbolehkan meminumnya saat pelajaran berlangsung dengan ijin guru yang sedang mengajar. Namun siswa dilarang makan pada saat pelajaran berlangsung. Setiap siswa diwajibkan untuk memiliki botol minum yang diberi nama dan kelas.
  • Makan dan Mengunyah Permen Karet di Sekolah
  • Siswa dilarang mengunyah permen karet di sekolah dengan alasan kesehatan siswa dan kebersihan lingkungan sekolah.
  • Berinteraksi dengan Lawan Jenis
  • Komunitas Sekolah GKS terdiri dari berbagai macam budaya dan usia. Untuk itu, sangat diharapkan agar siswa-siswi dapat menunjukkan sikap dan tingkah laku yang baik dengan lawan jenis yang dapat diterima oleh semua lapisan komunitas di Sekolah GKS.
  • Benda-benda berbahaya dan terlarang
  • Siswa tidak diperkenankan membawa benda berbahaya ke sekolah seperti : pisau, obeng, mainan pistol, dan benda-benda lainnya yang bisa membahayakan keselamatan siswa yang bersangkutan maupun orang lain. Siswa tidak diperkenankan membawa/memiliki/mengkonsumsi rokok, alkohol, narkotika, dan obat terlarang lainnya. Hal ini juga berlaku untuk handphone, komik pribadi, kaset game, CD, Video Game/Game Watch dan media player (VCD, DVD, MP3, dll).
  • Penggunaan Gadget di sekolah
Open chat
Hubungi Lewat Whatsapp
Halo
Bisa kami bantu seputar layanan pendidikan di GKS?
Powered by