Homeschooling untuk Anak
Homeschooling untuk Anak Salah Satu Solusi Saat Pandemi 2020
September 27, 2020
Anak-Betah-Belajar-di-Rumah
Simak 4 Tips Buat Anak Betah Belajar di Rumah
October 12, 2020

6 Tips Membuat Anak Mandiri Sejak Dini

Kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak mandiri? Waktu paling baik adalah saat mereka masih kecil, sekitar usia 2 sampai 5 tahun. Pada usia tersebut, sikap anak-anak menjadi sebuah pondasi yang akan dibawanya hingga dewasa. Membentuk anak mandiri sejak dini juga bagus, karena rasanya sikap tersebut ikut hidup dan tumbuh dalam diri anak dari kecil hingga dewasa. Lalu bagaimana cara membentuk sikap mandiri pada anak yang benar?

 

6 Cara Mengajarkan Anak Mandiri Sejak Dini

 

Proses yang ditempuh ini bakal lama, sebagai orang tua mohon bersabar dan tekunlah dalam mendidik anak. Menumbuhkan sikap mandiri tidak bisa dilakukan dengan instan, kita bisa memahatnya sedikit demi sedikit seiring pertumbuhan mereka.

Berikut adalah sejumlah tips meningkatkan kemandirian pada anak:

 

    1. Membiarkan Anak Menentuka Pilihannya Sendiri

5 Langkah Menggunakan Modul Pembelajaran untuk Belajar Siswa

Berikan anak kesempatan untuk melihat setiap pilihan yang ada. Sebagai orang tua, cobalah untuk menjadi teman diskusi dari anak tersebut. Dalam diskusi itu nanti, anak dan Anda dapat bertukar pikiran. Tak hanya belajar mengenai menghargai pendapat, secara tidak langsung kalian juga membuka pikiran anak-anak agar mereka mau berpikir sendiri dan mengetahui baik buruk dari pilihan yang mereka ambil.

Dengan cara ini, anak akan menghasilkan pikiran mana yang positif dan negatif untuknya, mengenal arti dari konsekuensi sebelum mereka memutuskan sesuatu sendiri.

 

  1. Memberikan Anak Anda Waktu Menyelesaikan Aktivitasnya Sendiri

stimulasi anak2

Coba beri waktu mereka untuk melakukan aktivitas makan dan minum sendiri, memakai baju, merapikan kamar, mandi, merapikan mainan dan lain-lain. Biarkan mereka melakukan sendiri tanpa bantuan kalian. Hasilnya nanti mungkin akan lama, tidak secepat seperti kalian membantu anak-anak menyelesaikan semua aktivitas tersebut. Tapi bersabarlah, dan gunakan standar penilaian sebagai sesama anak-anak. Jangan menilai aktivitas mereka dengan standar orang dewasa.

Selain itu, bedakan mana ketidak pedulian dan membiarkan anak membereskan pekerjaannya sendiri supaya mandiri. Jangan sampai membuat anak merasa kalian tidak memedulikannya karena meminta anak melakukan beberapa aktivitas mereka sendiri. Intinya, jangan berlebihan.

 

  1. Beri Kesempatan Anak Menyelesaikan Masalah Sendiri

Manfaat School From Home di saat Pandemi

Jika anak memperoleh masalah, kebanyakan orang tua akan langsung bertindak dan menyelesaikan masalah itu dengan cepat karena tak ingin larut berlama-lama dengan masalah tersebut. Hal ini tidak salah, tapi cobalah untuk memberi si anak waktu merenungi permasalahannya supaya dia tahu dengan arti konsekuensi dari setiap perbuatan.

Setelah itu, temani anak dan dengarkan keluh kesahnya, jangan menghakiminya dan jangan buru-buru memberikan solusi. Dengarkan saja dulu anak Anda, lalu usahakan anak memberikan solusi-solusinya sendiri kepada Anda. Baik atau buruk penyelesain yang dia lakukan, kelak akan menjadi pengalaman berharga untuk kehidupannya di masa selanjutnya.

 

  1. Beri Dia Tanggung Jawab yang Bisa ditangani Sendiri

Belajar dari Rumah2

Kemandirian dimulai dari diri sendiri, berikan dia tanggung jawab yang menurut Anda bisa anak Anda tangani. Contohnya, ketika keluarga Anda akan memulai piknik, coba berikan dia tugas-tugas sederhana seperti meminta dia mengemasi tasnya sendiri, membuat daftar keperluan yang akan mereka bawa saat piknik, dan contoh lainnya.

Awali dengan tanggungjawab-tanggungjawab kecil. Seiring berjalannya usia, mereka akan terbiasa menyelesaikan tanggung jawab yang lebih besar daripada hanya membawa barang yang dibutuhkan saat piknik.

 

  1. Lupakan Soal Kesempurnaan, Hargai dan Jangan Merendahkan

Ibu Bisa Jadi Guru di Rumah untuk Mendukung Stimulasi Anak

Anak tidak bisa menyelesaikan tugas sebaik Anda menyelesaikan. Jika dia membuat kesalahan, jangan merendahkan, hargai setiap usahanya agar dia tidak takut melakukan sesuatu. Dukung anak Anda, bantu dia jika memintanya tanpa menghakiminya.

Contohnya, jika anak tidak benar dalam menuangkan susu ke dalam gelas, lalu tumpah, jangan memarahi anak itu. Bilang kepadanya itu hal yang biasa terjadi kepada semua orang, lalu ajarkan dia cara membersihkan susu yang tumpah tersebut.

 

  1. Jangan Lupa untuk Memberikan Pujian

stimulasi anak1

Daripada mengatakan, “Aduh bajunya jadi kotor.” Setelah dia makan sendiri, sebaiknya katakan, “Wahhh, anak Mama sudah bisa makan sendiri. Kerja bagus!”

Namun agar kesalahan tersebut tidak selalu terjadi, ajari juga cara memperbaikinya. Begitu juga dengan contoh-contoh kasus yang lain.

 

Mengajarkan anak kemandirian sejak kecil juga bisa didukung oleh tempat anak mengenyam pendidikan. Memilih sekolah yang baik untuk anak juga mampu mengajarkan kemandiriannya.

Salah satu contoh sekolah terbaik, berkualitas yang bisa para anak Anda masuki adalah GKS (Global Kids School). Sekolah ini dapat membentuk kemandirian anak melalui metode pembelajarannya yang berbeda dari sekolah kebanyakan. Membentuk anak mandiri di rumah dan di sekolah, merupakan satu langkah sukses membentuk fondasi sikap untuk dibawanya saat dewasa nanti.

Open chat
Hubungi Lewat Whatsapp
Halo
Bisa kami bantu seputar layanan pendidikan di GKS?